Olehsebab itu pada artikel Memasang Stabilizer di Rumah, saya menyarankan agar memasang stabilizer dengan kapasitas > 25% dari listrik terpasang untuk seluruh rumah. Dengan demikian, kemampuan stabilizer dalam mengantisipasi lonjakan voltase menjadi lebih baik.
AdapunMCB memutus aliran listrik ketika terjadi lonjakan arus akibat korsleting. Pemasangan kedua perangkat listrik itu sangat dianjurkan, terutama pada ruangan lembab di rumah. Jika arus listrik yang bocor sampai menyentuh air maka risiko kita tersetrum pun akan lebih besar. Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasi Kelelahan Mental. Health. 03
CaraMencegah Korsleting Listrik 1. Lakukan perawatan berkala terhadap instalasi listrik, seperti memeriksa kondisi kabel, sambungan kabel, dan lain sebagainya. 2. Gunakan kabel dengan jenis dan ukuran yang sesuai dengan kapasitas hantar arusnya. 3.
Fast Money.
393 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung MENGATASI LONJAKAN TEGANGAN LISTRIK PADA RUMAH YANG TERALIRI LISTRIK PLTMH 1 2 3 4 Dyah Indriana Kusumastuti , Dwi Jokowinarno , Suharno , Tarkono 1,2 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lampung 3 Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung 4 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung Email kusumast Tugu Ratu and Sumber Agung are two villages where micro hydro power are constructed and operated. In each village electricity produced by micro hydro power is capable of electrified 50 houses. The problem which often occurs is electrical surges when river discharge increases significantly during/after heavy rainfall, especially during wet season, which causes electrical household appliances damaged. The damages of electrical household appliances include television, lightbulb, magic jar, and others. To overcome this problem it was designed a tool to control electricity load which is called Electronic Load Controller ELC. This tool consists of lightbulb connected by power cable to flow electricity to the houses. So that when electrical surges occur, lightbulb installed in ELC will be off. This will protect any electrical household appliances from damages. Keywords micro hydro power, electrical surge, electronic load controllerABSTRAK Pekon Rugu Ratu dan Pekon Sumber Agung merupakan dua desa tempat dibangunnya PLTMH, dimana pada masing-masing desa tersebut listrik yang dihasilkan PLTMH dapat menerangi sekitar 50 rumah. Masalah yang dihadapi yaitu lonjakan arus listrik ketika terjadi peningkatan debit banjir yang signifikan, yang menyebabkan peralatan elektronik rumah tangga menjadi rusak. Kerusakan peralatan elektronik yang sudah dialami meliputi rusaknya televisi, matinya bohlam lampu, rusaknya magic jar, dan lain-lain. Untuk mengatasi permasalahan ini dirancang sebuah alat yang dapat mengontrol beban listrik atau yang disebutElectronic Load Controller ELC. Alat ini dapat terdiri dari bohlam lampu, yang masing-masing terhubungkan dengan kabel listrik yang mengalir ke tiap rumah. Sehingga ketika terjadi lonjakan arus listrik, bohlam yang terpasang pada ELC ini yang akan putus terlebih dahulu. Peralatan elektronik pada rumah tangga tidak terganggu dan tetap dapat berfungsi seperti seharusnya. Kata kunci PLTMH, listrik, electronic load controller PROSIDING Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung PENDAHULUAN Pada kegiatan pengabdian sebelumnya, tim pengabdian ini mendapatkan hibah IbW-CSR dari Dikti selama tiga tahun, yaitu tahun 2013 – 2015. Dalam pengabdian tersebut dibangun Pembangkit Listrik Tenanga Mikro Hidro PLTMH di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Kecamatan Suoh merupakan salah satu kecamatan di Provinsi Lampung yang belum tersentuh aliran listrik PLN. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah prasarana jalan yang buruk, sehingga menyebabkan daerah ini terisolir. Baru pada tahun 2016 ini dilakukan studi AMDAL tentang pembangunan jalan dari Liwa ibukota Lampung Barat menuju Suoh. Kecamatan Suoh terletak di kaki Taman Nasional Bukit Barisan, dan merupakan daerah hulu dari sungai Way Semaka. Kecamatan Suoh terdiri atas 7 pekon, yaitu Pekon Roworejo, Sidorejo, Banding Agung, Tuguratu, Sumberagung, Ringin Sari, dan Sukamarga. Di Pekon Tugu Ratu terdapat sungai Way Sekandak dimana airnya mengalir sepanjang tahun. Sungai tersebut memiliki debit aliran sebesar 3 0,0314 m /detik pada musim kemarau Kusumastuti dkk, 2016 dan debit sungai yang tinggi pada musim hujan. Pada Pekon Tugu Ratu dibangun PLTMH Gambar 1 yang dilengkapi dengan bendung setinggi 2,5 meter dengan beda tinggi antara bendung dan rumah turbin sebesar 6 meter. Kapasitas PLTMH di Tugu Ratu sebesar Watt, yang digunakan untuk mengaliri listrik pada 42 rumah. Di Pekon Sumber Agung terdapat sungai Batang Ireng yang selalu mengalir sepanjang tahun. Dari hasil pengukuran tinggi muka air dan kecepatan aliran sungai pada titik kontrol Sungai Batang Ireng pada musim kemarau didapatkan nilai debit terukur sebesar 0,0634 m3/detik. Seperti pada Pekon Tugu ratu, PLTMH di Pekon Sumber Agung Gambar 2 juga dilengkapi dengan bendung, yaitu setinggi 1,8 meter dengan head sebesar 8 meter. Kapasitas PLTMH di Sumber Agung sebesar Watt, yang dimanfaatkan untuk menerangi listrik di 46 rumah warga. PROSIDING 395 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Gambar 1. PLTMH di Pekon Tugu Ratu PROSIDING Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Gambar 2. PLTMH Pekon Sumber Agung Dengan adanya PLTMH masyarakat dapat menikmati listrik, yang merupakan barang langka di daerahnya. Namun begitu, aliran listrik PLTMH tidak ajek sepanjang tahun tergantung pada debit aliran di sungai. Ketika musim kemarau dimana debit aliran kecil, listrik di rumah warga redup dan ketika musim hujan listrik di rumah warga terang benderang. Akan tetapi ada permasalahan yang cukup pelik disebabkan debit air sungai. Sungai di Pekon Tugu Ratu ini memiliki kecuraman yang cukup tinggi di bagian atasnya dan berangsur landai di bagian PROSIDING 397 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung yang dekat dengan perumahan penduduk. Tebing sungai di bagian atas juga rawan longsor karena penebangan pohon di bagian hulu DAS. Hujan dengan intensitas tinggi akan mengakibatkan kenaikan debit yang signifikan dan menimbulkan banjir. Kenaikan debit sungai yang drastis dapat menyebabkan lonjakan tegangan listrik di rumah warga yang mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik seperti lampu, televisi, magic com, bahkan laptop dan handphone. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya agar tegangan listrik ini dapat dikontrol untuk melindungi peralatan elektronik Load Controller ELC adalah suatu alat kontrol yang digunakan untuk mengendalikan frekuensi generator pembangkit listrik PLTMH dengan cara membuang kelebihan daya listrik yang dihasilkan oleh generator ke beban pengganti ballast load, sehingga frekuensi Hz, tegangan volt serta putaran generator tetap terkendali dan stabil Fritz, 1984; Maskey, 2004. Singh dkk 2005 menganalisis dan mengimplementasikan ELC untuk generator induksi dan pada tahun berikutnya Singh dkk 2006 menganalisis ELC pada kondisi beban statik dan dinamik dan menyebutnya sebagai IELC Improved Electronic LoadController . Namun, mekanisme dari semua sistem kendali beban yang dikemukakan pada tulisan tersebut dilakukan dengan cara pembuangan kelebihan energi listrik melalui ballast. Dari pemaparan permasalahan di atas, maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk membuat ELC agar dapat mengatasi masalah lonjakan tegangan listrik terutama saat debit air sungai meningkat DAN METODE Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pembuatan ELC, dimana proses pengalihan daya pada ELC dilakukan melalui bohlam-bohlam lampu yang terhubung pada MCB yang melindungi konsleting dan beban lebih pada konsumen dengan dikendalikan oleh ELC Mainboard yang sudah diprogram. Di Pekon Tugu Ratu 1 MCB dipasang untuk 2 rumah namun ada juga yang digunakan untuk 3 rumah. Sedangkan di Pekon Sumber Agung masing-masing rumah dipasang MCB, tapi ada juga MCB yang dipasang untuk 2 rumah. ELC yang dibuat sebanyak 2 unit, dimana masing-masing pekon mendapatkan satu unit ELC. Salah satu dari ELC Mainboard dihubungkan dengan 18 bohlam lampu Gambar 3. Masing-masing bohlam lampu memiliki daya 100 watt. ELC ini diperuntukkan bagi Pekon Tugu Ratu. Sedangkan pada ELC Mainboard di Sumber Agung dihubungkan dengan 30 bohlam lampu Gambar 4. Cara kerja dari ELC ini, jika terjadi lonjakan tegangan listrik maka bohlam lampu akan mati. Ketika bohlam lampu mati, secara otomatis listrik pada rumah yang terwakili oleh bohlam lampu tersebut juga akan mati. Ketika bohlam lampu yang mati sudah diganti dan hidup kembali, maka aliran listrik ke rumah dapat berfungsi kembali. ELC yang dipasang pada Pekon Tugu Ratu disajikan pada Gambar 3 dan ELC pada Pekon Sumber Agung disajikan pada Gambar 4. PROSIDING Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Gambar 3. ELC di Pekon Tugu Ratu Gambar 4. ELC di Pekon Sumber Agung Pada pertengahan tahun 2015 ELC ini dibuat di Laboratorium Digital Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung dengan dikomandani oleh anggota tim pengabdian ini, Yulliarto Raharjo almarhum. Pemasangan dilakukan pada bulan Agustus 2015, namun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan. Penyempurnaan pekerjaan ELC ini tetap dilanjutkan hingga tahun 2016 dan pemanfaatannya dirasakan oleh warga hingga DAN PEMBAHASAN Saat debit air melonjak sangat tinggi, pada PLTMH tanpa ELC akan mengakibatkan generator berputar sangat cepat, frekuensi dan tegangan akan naik sehingga peralatan listrik akan rusak dan bahkan generator bisa terbakar karena berputar terlalu cepat over speed. Lonjakan tegangan listrik yang signifikan biasanya disebabkan oleh meningkatnya debit air sungai yang seringkali terjadi pada sore atau malam hari. Dengan adanya ELC lonjakan tegangan listrik tidak menyebabkan peralatan elektronik warga menjadi rusak. Lonjakan tegangan listrik tersebut menyebabkan warga tidak dapat menikmati aliran listrik pada saat itu PROSIDING 399 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung saja. Umumnya esok hari setelah banjir reda dan cuaca membaik, maka bohlam lampu diganti dan listrik di rumah warga dapat menyala kembali. Kondisi ini direspon positif oleh warga yang selama ini setidaknya sering mengganti bohlam lampu yang putus saat hujan deras tiba. Belum lagi peralatan elektronik yang terpasang saat itu juga ikut rusak. Dengan adanya ELC peralatan elektronik menjadi awet. Dana yang biasanya digunakan untuk mengganti peralatan elektronik yang rusak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Setelah dilakukan pemasangan ELC, maka dilakukan pengecekan tegangan listrik di beberapa rumah warga. Tegangan listrik terukur pada saat itu adalah 200 Volt. Gambar hasil pengecekan tegangan disajikan pada Gambar 5. Pemanfaatan listrik pada rumah warga juga dilakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan diketahui bahwa lampu yang menyala di rumah warga lebih terang Gambar 6. Pemanfaatan untuk menyalakan peralatan elektronik lainnya adalah untuk menyalakan televisi Gambar 7 dan untuk pengecasan handphone Gambar 8. Penyalaan televisi bisa dilakukan pada siang hari, ketika kebutuhan akan penerangan hampir tidak ada. Namun pada malam hari, prioritas utama untuk menyalakan lampu yang pada satu rumah terdapat beberapa lampu listrik. Oleh karena itu pemanfaatan listrik untuk kepentingan lainnya diminimalisir. Gambar 5. Tegangan listrik terukur sebesar 200 Volt PROSIDING Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Gambar 6. Lampu di rumah warga menyala dengan terang Gambar 7. Listrik dapat digunakan untuk menyalakan televisi di rumah warga PROSIDING 401 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Gambar 8. Listrik juga digunakan untuk pengecasan handphoneKESIMPULAN Electronic Load Controller yang dipasang di Pekon Tugu Ratu dan Pekon Sumber Agung dapat berfungsi dengan baik. Lonjakan tegangan listrik akibat kenaikan debit air sungai yang signifikan direspon dengan matinya bohlam lampu pada ELC, tanpa ada peralatan elektronik di rumah warga yang rusak. Agar listrik di rumah warga dapat menyala kembali, hanya perlu mengganti bohlam lampu pada ELC yang mati. Selain menghemat dana warga untuk pembelian peralatan elektronik, ELC juga menstabilkan listrik yang mengalir di rumah PUSTAKA Fritz, J. J. 1984. Small and Mini Hydropower System. McGraw-Hill. New York. Maskey, 2004. Small-Hydro Plants-Based Renewable Power Systems for Remote Regions. Dissertation of Doctor Ing. University of Karlsruhe. Germany. Singh, B., Murthy, dan Sushma Gupta, S. 2006. Analysis and Design Electronic Load Controller for Self-Excited Induction Generators. IEEE Transactions on Energy Convertion. Vol. 211 285-293. Singh, B., Murthy, dan Sushma Gupta, S. 2005. Trasient Analysis of Self- Excited Induction Gnerator With Electronic Load Contrroller ELC Supplying Static and Dynamic Loads. IEEE Transactions on Industry Applications. Vol. 415 1194-1204. PROSIDING
Tersengat listrik menjadi salah satu kecelakaan berbahaya listrik yang cukup berbahaya jika tidak mendapatkan pertolongan. Terlebih lagi jika kondisi itu berlangsung lama dan sengatan semakin besar, maka semakin tinggi pula risiko yang didapatkan. Arus listrik yang mengalir pada tubuh bisa membakar jaringan sehingga menyebabkan kerusakan organ. Saat tersengat listrik, biasanya seseorang akan merasakan kejutan ringan hingga menyakitkan, nafas yang terhenti, kontraksi otot, kerusakan saraf, luka bakar, hingga kematian. Untuk menghindari sengatan tersebut, ada sembilan cara menghindari bahaya listrik di rumah yang bisa kamu lakukan. 1. Cari Tahu Penyebab Gangguan Listrik di Rumah Jika kamu kerap mengalami aliran listrik yang tiba-tiba terputus karena korsleting, maka cobalah untuk mengatasinya segera. Sebab jika dibiarkan, maka hal tersebut akan berpotensi menyebabkan bahaya yang lebih besar. Untuk itu, pastikan kamu mengetahui penyebab gangguan listrik seperti kerusakan pada peralatan elektronik, kabel yang telah rusak, hingga kerusakan pada sekring. 2. Pastikan Keamanan Stop Kontak Listrik Stop kontak listrik menjadi salah satu alat yang kerap membuat seseorang tersengat listrik. Untuk menghindarinya, kamu bisa memasang penutup stop kontak, terutama bagi anak-anak yang kerap penasaran menyentuh area lubangnya. Pastikan juga untuk memeriksa stop kontak di rumah secara berkala agar terhindar dari bahaya listrik. Jangan sampai stop kontak longgar karena dapat menyebabkan guncangan yang memancing korsleting. Sebaiknya jangan membebani stop kontak terlalu banyak dengan beberapa cabang, adaptor, dan steker. Selain itu, pastikan pula kamu tidak mematahkan steker tiga kaki untuk menancapkannya pada soket dua lubang. Gantilah soket dengan jenis colokan tiga lubang yang sesuai dengan steker peralatan elektronik. 3. Pastikan Peralatan Listrik Tetap Kering Cara menghindari bahaya listrik yang ketiga ialah memastikan peralatan listrik untuk tetap kering. Sebab, air merupakan konduktor listrik yang sangat kuat sehingga dapat menyebabkan terjadinya sengatan listrik yang mematikan. Saat kamu akan mengunakan listrik, pastikan tangan, tubuh, dan alat listrik berada dalam kondisi kering. Jika ada peralatan listrik yang terjatuh ke dalam air, kamu bisa mematikan terlebih dahulu daya di panel listrik sebelum mencabut atau mengambil barang tersebut. 4. Gunakan Jenis Bohlam yang Tepat Tak banyak yang tahu kalau watt bohlam juga bisa menghindari bahaya listrik loh. Bohlam dengan watt yang lebih besar dari kapasitas maksimum lampu dapat membebani kabel. Kondisi ini berisiko menyebabkan panas berlebih, risiko korsleting, hingga kebakaran. Selain itu, pastikan juga kamu telah memasang bohlam dengan benar. 5. Perhatikan Penggunaan Kabel Listrik Kabel listrik juga merupakan peralatan listrik yang harus mendapatkan perhatian secara berkala. Beberapa hal yang harus diperhatikan kabel listrik misalnya penggunaan kabel ekstensi untuk jangka waktu sementara. Selain itu, pastikan kamu juga membuang kabel dan colokan yang sudah robek. Kemudian, pastikan kamu juga berhati-hati dalam memasang kabel yang dilalui banyak orang. Misalnya dengan mencabut kabel daya dari soket langsung dan tarik bagian steker colokannya, bukan kabelnya. 6. Hindari Lonjakan Listrik pada Peralatan di Rumah Saat peralatan mengalami panas berlebih, maka terdapat kemungkinan terjadinya lonjakan listrik. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan elektronik hingga terjadinya kebakaran. Untuk menghindari lonjakan listrik tersebut, pastikan kamu mematikan penggunaan peralatan listrik yang tak digunakan. Kamu juga dapat menggunakan stabilizer listrik untuk melindungi peralatan elektronik dari korsleting akibat tegangan yang kurang stabil. 7. Gunakan Alat Pengaman Kebocoran Listrik Untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik, kamu bisa menggunakan alat pencegah kebocoran, yakni Ground Fault Circuit Interupter GCFI. Alat ini akan segera mematikan daya jika mendeteksi adanya ketidaksesuaian arus listrik sehingga berisiko membuat seseorang tersengat listrik. 8. Perbaiki Masalah Listrik pada Ahlinya Jika kamu mengalami masalah seputar listrik, cobalah menyerahkannya pada ahlinya. Sebisa mungkin jangan mengotak-atik instalasi listrik di rumah jika kamu tak mengetahuinya. Sebab, kesalahan dalam instalasi listrik dapat menyebabkan risiko tersengat hingga kebakaran. Itulah sembilan cara menghindari bahaya listrik di rumah agar kamu tetap aman saat beraktivitas di rumah. Jangan lupa kunjungi untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Pavia Village hanya di
mengatasi lonjakan arus listrik